Beranda Other Sports Fernandez Klaim Red Bull KTM Sengaja Menghalanginya Juara Dunia

Fernandez Klaim Red Bull KTM Sengaja Menghalanginya Juara Dunia

Fernandez Klaim Red Bull KTM Sengaja Menghalanginya Juara Dunia

LS88FC – Raul Fernandez mengklaim bahwa Red Bull KTM Ajo sebagai tim yang mengalani kegagalannya untuk merebut juara dunia Moto2 2021.

Sejauh ini Fernandez telah mengoleksi 307 poin dan hanya selisih empat poin dari Remy Gardner.

mun jika kemenangan diukur dari jumlah kemenangan, pembalap Australia itu kalah jauh.

Gardner lima kali finis peringkat pertama dengan tiga pole position, sedangkan Fernandez berada di posisi terdepan dalam delapan kesempatan dan tujuh pole position.

Setelah lepas dari timnya dan promosi ke MotoGP bersama Tech3 KTM, rookie tersebut berani bicara blak-blakan dengan rasa kecewa.

“Masalahnya adalah tidak ada yang tahu bagaimana memandu kami dan itu kenapa kami tidak mendapat mahkota (juara),” ucapnya.

“Jelas bahwa saya bukan juara, tapi secara moral, di benak saya tertanam bahwa saya telah meraih pencapaian sangat penting yang sudah dibayar dengan pengorbanan mahal. Saya adalah pembalap tertangguh, dengan kemenangan terbanyak, pole dan lap tercepat.

“Remy memang juaranya, mencetak banyak poin tapi dengan kecepatan kami dan seperti ikan yang berenang melawan arus, secara moral, saya merasa sebagai seorang juara.

“Masalah yang kami miliki adalah tim, ketika bicara tim, saya merujuk pada mekanik. Saya beruntung menemukan grup spesial. Saya tidak berpengalaman dan tidak ada yang membimbing kami. Apa yang kami lakukan karena semuanya baru dan saling mengenal satu sama lain musim ini, sangat impresif.”

Gardner pernah menyebut kunci keberhasilannya adalah kegigihan dan kecerdasan. Namun, Fernandez membantah kalau rekan setimnya lebih pintar.

“Tidak. Sungguh mudah menjawab. Saya tak punya tangan untuk membantu kami, tangan yang memberitahu kami, seperti anak kecil sebelum tersandung kerikil, perlu hati-hati,” Fernandez mengungkapkan.

“Sesosok figur yang memandu dan membuka jalan untuk kami, figur yang akan membantu kami menang, bukan figure yang malah menaruh batu dan halangan agar tidak juara. Itu kuncinya.

“Sungguh menyenangkan bicara tentang jadi juara ketika Anda berada dalam kategori itu selama enam tahun, menunjukkan bahwa saya lebih pintar. Tidak, dia bukan lebih cerdas, dia hanya seseorang yang paling sedikit menaruh batu di jalan.” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini