Beranda MotoGP Jorge Martin Salahkan Ban Michelin yang Sebabkan Gagal Rebut Gelar Juara

Jorge Martin Salahkan Ban Michelin yang Sebabkan Gagal Rebut Gelar Juara

Jorge Martin . (Foto: twitter.com/pramacracing)
Jorge Martin . (Foto: twitter.com/pramacracing)

LS88FC – Pembalap Pramac Ducati Jorge Martin menyalahkan kondisi bannya di GP Qatar, yang dibuat oleh Michelin, yang menutup pintunya untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2023.

Martin tampil gemilang dengan meraih juara pada sesi sprint, sementara pemuncak klasemen pembalap Francesco Bagnaia (Ducati) hanya mampu berada di posisi lima karena kesulitan sepanjang sprint.

Namun pada sesi grand prix, Martin sudah tampil buruk sejak garis start dan kehilangan posisi setelah disalip oleh pembalap lainnya, dan hanya finis di posisi 10.

Sebanyak tujuh poin yang memisahkan antara kedua penantang gelar juara dunia sebelum balapan utama tersebut. Jarak lalu sempat melebar menjadi 26 poin saat Bagnaia memimpin balapan, sebelum Fabio Di Giannantonio merebut posisi pertama dan kini jarak antara Bagnaia dan Martin menjadi 21 poin.

Kondisi buruk ini semakin terlihat dengan catatan waktu Martin yang berjarak 14,819 detik dari Di Giannantonio yang meraih kemenangan perdana di kelas Premier. 

“Sulit untuk dipahami,” kata Martin. “Seperti saya lupa naik motor.”

“Saya rasa Anda bisa melihat di awal ketika ban belakang mulai tergelincir, rasanya seperti batu.”

“Biasanya hal ini terjadi saat trek kotor. Itu bukan, karena itu grid-nya, dan saat itu bannya mungkin sudah 30 lap, dan itu bukan karena bannya masih baru.”

“Jadi, Anda bisa menebak sendiri apa yang terjadi. Sejak saat itu saya mencoba untuk mengaturnya sedikit tetapi saya merasa saya menabrak setiap tikungan di bagian belakang.”

“Sangat disayangkan kejuaraan seperti ini, setelah musim yang hebat, bekerja keras, saya merasa mereka [Michelin] mencurinya dari saya karena saya pikir saya bisa melakukannya [menang] sebelum balapan ini.”

“Sekarang ini sangat sulit. Terserah. Saya pikir sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.”

Martin merasa masalah pada bannya dimulai pada awal balapan, dan setelah tiga lap, ia tahu tidak akan bisa tampil optimal seperti di sesi sprint.

Pembalap asal Spanyol berusia 25 tahun ini juga mengatakan tidak menerima juara dunia MotoGP ditentukan oleh kondisi ban.

Soal solusi dari masalah tersebut, martin mengatakan, “Saya pikir mereka bahkan tidak mengerti apa yang terjadi.”

“Saya kira mereka tidak ingin menentukan kejuaraan. Mereka ingin menjadi kompetitif. Saya kira begitu, saya harap begitu, mereka ingin memberi kami kondisi yang sama.”

“Tapi saya kehilangan kecepatan 1,5 detik dalam satu hari. Saya pikir saya tidak lupa balapan dan saya pikir mereka perlu meningkatkan diri dan mereka perlu menganalisis agar hal itu tidak terjadi lagi di masa depan.”

“Mudah-mudahan saya bisa memperjuangkan kejuaraan di masa depan, tapi hari ini saya merasa kehilangan besar karena sangat sulit [untuk memenangkan kejuaraan] sekarang.”

Martin juga menambahkan dirinya bisa memenangkan balapan tersebut jika kedua pembalap mengalami kondisi yang sama.

“Dengan kondisi yang sama, percayalah, saya mampu mengalahkan mereka hari ini. Namun pada titik tertentu saya frustrasi, saya kecewa,” sambungnya.

“Rasanya seperti hubungan besar, tapi hanya 40 menit. Saya memiliki semua momen itu. Saya tentu saja frustrasi karena saya pikir saya juga pantas mendapatkan gelar juara ini dan kami kehilangan sebagian besar hari ini.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini